KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH
A. LINGKUNGAN SEKOLAH
SMA Negeri 7 Kepahiang terletak di Desa Sosokan Taba Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. SMA Negeri 7 Kepahiang merupakan sekolah menengah atas satu-satunya yang ada di Kecamatan Muara Kemumu. Sekolah ini dibangun di area kebun kopi yang diwakafkan oleh salah satu anggota masyarakat, dan berjalan atas dasar izin operasional Nomor 330 tanggal 11 Juli 2009. Fasilitas umum yang berdekatan adalah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Gedung Pasar Tradisional.
Secara geografis SMA Negeri 7 Kepahiang terletak cukup jauh dari ibukota kabupaten (± 25 km). Kondisi wilayah dan transportasi yang sulit kurang memungkinkan SMA Negeri 7 Kepahiang untuk menjadi pilihan bagi calon peserta didik yang berasal dari luar Kecamatan Muara Kemumu, apalagi dari luar Kabupaten Kepahiang. Perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan pihak-pihak terkait terus diharapkan demi perkembangan sekolah baru ini agar di masa mendatang SMA Negeri 7 Kepahiang dapat menjadi sekolah pilihan bagi calon peserta didik dari wilayah sekitar Kecamatan Muara Kemumu dan Kabupaten Kepahiang pada umumnya.
B. KEADAAN SEKOLAH
1) Sarana dan Prasarana
a.
Tanah
dan Halaman
Tanah sekolah sepenuhnya milik negara. Luas areal seluruhnya 15.000 m2
(1,5
ha). Sebagian besar lahan masih berupa kebun
kopi. Belum ada pagar permanen, bagian
gerbang masuk dipasangi pagar kawat dan bambu.
Keadaan
Tanah SMA Negeri 7 Kepahiang
Status
|
:
|
Milik Negara
|
Luas Tanah
|
:
|
15.000 m2
|
Luas Bangunan
|
:
|
1.973 m2
|
b.
Gedung
Sekolah
Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah
ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar memadai.
Keadaan Gedung SMA Negeri 7 Kepahiang
Luas Bangunan
|
: 2500 m2
|
Ruang Kepala Sekolah
|
: 1 (Baik)
|
Ruang Tata Usaha
|
: 1 (Baik)
|
Ruang Guru
|
: 1 (Baik)
|
Ruang Kelas
|
: 4 (Baik)
|
Ruang Lab. IPA
|
: 0 (Baik)
|
Ruang Lab. Bahasa
|
: 0 (Baik)
|
Ruang Lab. Audio Visual
|
: 0 (Baik)
|
Ruang Lab. Komputer
|
: 1 (Baik)
|
Ruang Perpustakaan
|
: 1 (Baik)
|
Ruang Serba Guna
|
: -
|
Musholla
|
: -
|
Ruang Osis
|
: -
|
Ruang Olahraga
|
: -
|
C. KEADAAN
PESERTA DIDIK
1. Jumlah peserta
didik
Jumlah peserta didik
pada tahun pelajaran 2019/2020 seluruhnya berjumlah 89 orang. Persebaran
jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik pada program IPA baik di
kelas X,
XI maupun di kelas XII hanya satu rombongan belajar. Sedangkan pada program IPS di kelas X, XI, dan XII ada 1 rombongan belajar.
Hampir
semua dari peserta didik (90%) berasal dari desa-desa yang ada
di kecamatan Muara Kemumu, seperti Desa Sosokan Taba dan Desa Batu Bandung.
2. Keadaan Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah /Droup Out
Tingginya
keadaan tidak naik kelas dan putus sekolah peserta didik terutama disebabkan
karena masih kurangnya kesadaran orang
tua dan peserta didik tentang arti pentingnya pendidikan, selain juga
karena faktor kesulitan ekonomi.
Untuk
mengatasi kendala ekonomi, sekolah telah mengupayakan berbagai bantuan dari
berbagai pihak. Pada tahun pelajaran 2018/2019 lebih dari 50% peserta didik
mendapatkan bantuan biaya yang berupa beasiswa peserta didik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar